SUMBER SARI, WEDA SELATAN – Di saat banyak lahan di Halmahera Tengah mengering dan retak akibat kemarau berkepanjangan, kebun PKK di Desa Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan justru masih terlihat hijau dan produktif. Rahasianya: disiram rutin setiap pagi dan sore.
Sudah lebih dari tiga bulan hujan tidak turun di Weda Selatan. BMKG memprediksi puncak kemarau baru akan terjadi pada Oktober 2026 dengan sifat hujan Bawah Normal. Dampaknya, sumur warga menyusut, tanah sawah mengeras, dan banyak tanaman warga mati kekurangan air.
Namun di lahan Kelompok Dasawisma PKK Desa Sumber Sari, pemandangan berbeda terlihat. Tanaman sawi, kangkung, ubi jalar, dan jeruk masih tumbuh subur.
Seperti terlihat pada foto, tiga orang ibu-ibu PKK tetap semangat turun ke kebun. Satu orang menyemprot, satu orang menarik selang, dan satu lagi memastikan bedengan sawi tidak kekeringan.
> “Kalau tidak disiram dua kali sehari, pasti mati semua. Kemarau tahun ini paling panjang. Jadi kami jadwalkan, pagi jam 06.00 dan sore jam 17.00 harus siram. Airnya kami ambil dari sumur bor yang masih ada, kami hemat-hemat,” ujar salah satu anggota PKK Sumber Sari.
Foto: Meski terik, ibu-ibu PKK tetap merawat dan memanen hasil kebun untuk ketahanan pangan keluarga
Ketua TP-PKK Desa Sumber Sari mengatakan, kebun PKK ini menjadi contoh ketahanan pangan di tengah kemarau. Jika tidak dirawat ekstra, semua tanaman yang sudah ditanam sejak awal musim bisa gagal panen.
“Kami tidak mau menyerah dengan kemarau. Justru di saat seperti ini, tanaman PKK harus hidup. Karena ini untuk kebutuhan dapur keluarga. Kalau mati, kami harus beli sayur dari Weda dengan harga mahal,” katanya.
Semangat ibu-ibu PKK Sumber Sari ini pun mendapat apresiasi dari warga. Di tengah tanah yang kering dan berdebu, kebun mereka menjadi oase hijau yang membuktikan bahwa dengan gotong royong dan perawatan rutin, kemarau panjang pun bisa dilawan.
Pemerintah Desa Sumber Sari berharap ada bantuan pompa air dan tandon tambahan agar kebun-kebun warga tidak mati total jika kemarau terus berlanjut hingga Oktober nanti.

Comment